Minggu, 11 Januari 2015

"Control" Dalam Manajemen

Kendali (Controlling)
Kendali, sering juga disebut Pengawasan, Controlling atau, sering juga disebut pengendalian adalah satu diantara beberapa fungsi manajemen berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan tujuan yang telah digariskan semula. Bila ditinjau dari proses, maka proses itu adalah proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan bisa berjalan sesuai target yang diharapkan.
Pengawasan merupakan tindakan seorang manejer untuk menilai dan mengendalikan jalan suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Ada banyak pengertian fungsi controlling menurut beberapa pakar, di antaranya:
  • Pada tahun 1916, Henri Fayol merumuskan salah satu definisi pertama kontrol karena berkaitan dengan manajemen. Adalah pengendalian suatu usaha terdiri dari melihat bahwa segala sesuatu yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diadopsi, perintah yang telah diberikan, dan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Controlling sangat penting untuk mengetahui kesalahan agar mereka dapat diperbaiki dan dicegah dari berulang.
  •  Menurut George R. Terry, pengawasan (controlling) yaitu untuk mengawasi apakah gerakan dari organisasi ini sudah sesuai dengan rencana atau belum. Serta mengawasi penggunaan sumber daya dalam organisasi agar bisa terpakai secara efektif dan efisien tanpa ada yang melenceng dari rencana.
  • Menurut Harold Koontz, pengendalian adalah pengukuran dan koreksi kinerja dalam rangka untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan perusahaan dan rencana yang dirancang untuk mencapainya tercapai.

Ø  Empat elemen dasar dalam sistem kontrol :
1.   Karakteristik atau kondisi dari sistem operasi yang akan diukur. Karakteristik dapat berupa output dari sistem dalam tahap pemrosesan atau mungkin suatu kondisi yang merupakan hasil dari sistem. Sebagai contoh dalam sistem sekolah dasar para jam kerja guru atau keunggulan pengetahuan yang ditunjukkan oleh siswa pada ujian nasional adalah contoh karakteristik yang dapat dipilih untuk pengukuran atau kontrol.
2.   Sensor, merupakan sarana untuk mengukur karakteristik atau kondisi. Sebagai contoh dalam sistem kontrol pengukuran kualitas dapat diandaikan oleh inspeksi visual dari produk.
3.    Komparator, menentukan kebutuhan koreksi dengan membandingkan apa yang terjadi dengan apa yang telah direncanakan. Beberapa penyimpangan dari rencana adalah biasa dan diharapkan, tetapi ketika berada di luar variasi yang dapat diterima tindakan korektif diperlukan. Ini melibatkan semacam tindakan pencegahan yang menunjukkan bahwa kontrol yang baik sedang dicapai.
4. Aktivator, adalah tindakan korektif diambil untuk mengembalikan sistem ke output yang diharapkan. Contohnya adalah seorang karyawan diarahkan ulang untuk bagian-bagian yang gagal lulus pemeriksaan mutu atau kepala sekolah yang memutuskan untuk membeli buku-buku tambahan untuk meningkatkan kualitas siswa. Selama rencana dilakukan dalam batas-batas yang diijinkan tindakan korektif tidak diperlukan.

ü  Ada tiga tipe pengawasan (controlling), yaitu :
1.      Pengawasan pendahuluan
Dirancang untuk mengantisipasi adanya penyimpangan dari standar atau  tujuan dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum suatu tahap kegiatan tertentu diselesaikan.
2.      Pengawasan yang dilakukan bersama dengan pelaksanaan kegiatan.
Merupakan proses di mana aspek tertentu dari suatu prosedur harus disetujui dulu atau syarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan - kegiatan bisa dilanjutkan, untuk menjadi semacam peralatan “double check” yang telah menjamin ketepatan pelaksanaan kegiatan.
3.      Pengawasan umpan balik.
Mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.


Rabu, 12 November 2014

I. PEMBAHASAN
A.    Pengorganisasian adalah penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan setiap orang, penetapan subsistem, serta penentuan hubungan-hubungan.
Organisasi adalah struktur dengan bagian-bagian yang diintegrasikan sehingga hubungannya terikat satu sama lain secara keseluruhan.
      Selain artian diatas, masih banyak pengertian organisasi yang disampaikan beberapa pakar, antara lain :
1. Drs. H Malayu S.P. Hasibuan mengartikan organisasi sebagai proses penentuan, pengelompokan, dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.
2. Stoner mengartikan suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
B.     Unsur unsur Organisasi
·         Manusia
·         Tujuan
·         Pembagian pekerjaan
·         Struktur
·         Teknologi
·         Lingkungan atau kerja sama sosial
C.     Adapun ciri-ciri pada Organisasi :
·         1. Mempunyai Tujuan dan Sasaran untuk dicapai dalam Organisasi.
·         2. Mempunyai aturan yang harus ditaati oleh anggota dari Organisasi tersebut.
·         3. Mempunyai pembagian kerja atau bisa disebut juga kerjasama.
·         4. Ada yang mengkoordinasi tugas dan wewenang.
D.    Ada beberapa tingkatan pengelompokan yang mendefinisikan prioritas sebuah tujuan organisasi
·         1. Tujuan atau Misi umum : Pernyataan luas, atau tujuan dalam skala umum yang mendefinisikan bagaimana tercipta sebuah organisasi tersebut, biasanya tidak berubah dari tahun ke tahun dan sering menjadi pernyataan pertama dalam konstitusi sebuah organisasi.
·         2. Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang sebuah organisasi itu ingin di capai. Merupakan bagian dari tujuan dan misi dari sebuah organisasi, tujuan seperti ini bisa seperti ini bisa berubah dari tahun ke tahun tergantung pada kesepakatan dari kelompok tersebut.
·         3. Tujuan merupakan deskripsi dari apa yang harus dilakukan berasal dari tujuan, spesifik yang jelas. laporan tugas terukur untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari sebuah kelompok, biasanya memiliki jangka pendek dan batas waktu tertentu.
E.     Manfaat organisasi yang bisa diperoleh, namun disini tidak dijabarkan lebih lanjut, hal lain yang bisa kita dapatkan antara lain :
·         1. Melatih Leadership
·         2. Memperluas pergaulan
·         3. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan
·         4. Membentuk karakteristik seseorang
·         5. Kuat dalam menghadapi tekanan
·         6. Mampu mengatur waktu dengan sangat baik
·         7. Sebagai ajang pembelajaran kerja yang sesungguhnya.

II. KESIMPULAN
      Organisasi pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terkendali, dengan memanfaatkan sumber daya (dana, material, lingkungan, metode, sarana, prasarana, data) dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan bersama.

Sumber      :





Selasa, 28 Oktober 2014

Nama               : Mutia Khairina
NPM               : 15512175
Kelas               : 3PA08

Review Jurnal Psikologi Manajemen

·         Judul Jurnal  :
Kepemimpinan Transformasional, Kepercayaan dan Berbagi Pengetahuan dalam Organisasi.

·         Latar Belakang dan Tujuan Penelitian      :
Banyak penelitian dalam berbagi pengetahuan telah memusatkan perhatian mereka pada peran  informasi dan faktor teknologi. Baru-baru ini, ada pertimbangan bahwa faktor manusia seperti  sebagai interaksi sosial, kepercayaan dan kepemimpinan bermain keyrole dalam perilaku berbagi pengetahuan. Temuan ini perlu dibahas untuk  penelitian lebih lanjut terutama untuk memperoleh pemahaman tentang kepemimpinan transformasional peran  dan kepercayaan pada berbagi pengetahuan yang berbeda-beda, tergantung pada situasi dan kondisi.
Bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi karyawan berbagi pengetahuan dalam suatu  organisasi dengan menggabungkan kepemimpinan transformasional dan kepercayaan sebagai prediktor pengetahuan  berbagi perilaku.

·         Metode           :
Subjek penelitian ini 99 karyawan PT Bina Karya Jakarta. Subjek penelitian diambil dari seluruh divisi operasional yang ada di PT Bina Karya Jakarta. Adapun variabel penelitian ini terdiri atas 5 variabel. Variabel penelitian ini adalah variabel bebas yang terdiri atas kepemimpinan transformasional, kepercayaan terhadap organisasi, kepercayaan terhadap atasan, kepercayaan terhadap rekan sekerja dan variabel tergantung yaitu perilaku berbagi pengetahuan.

·         Hasil dan Pembahasan         :
Ada pengaruh yang signifikan variabel kepemimpinan transformasional, kepercayaan organisasional, kepercayaan pada atasan dan kepercayaan pada rekan kerja secara bersamasama terhadap perilaku berbagi pengetahuan.
Sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini. Berdasarkan uji t serta nilai korelasi parsial maka dapat diketahui besaran sumbangan tiaptiap variabel prediktor, yakni kepemimpinan transformasional, kepercayaan organisasi, kepercayaan rekan kerja dan kepercayaan atasan     terhadap perilaku berbagi pengetahuan. Nilai t hitung variabel kepemimpinan transformasional sebesar 0,693 (p>0,05). Hal ini menunjukkan kepemimpinan transformasional tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan.

·         Kesimpulan    :
Hasil penelitian menunjukkan kepemimpinan transformasional, kepercayaan organisasi, kepercayaan pada atasan dan kepercayaan pada rekan kerja secara bersamasama mampu menjadi prediktor perilaku berbagi pengetahuan. Lebih lanjut ditemukan bahwa kepemimpinan transformasional tidak signifikan dalam membentuk perilaku berbagi pengetahuan. Meskipun temuan ini terbilang kontradiktif, namun dapat diambil beberapa esensi penting yang justru dapat dikaji lebih dalam. Kepemimpinan transformasional sebagai salah satu model kepemimpinan motivasional memang memiliki nilainilai positif bagi pengembangan organisasi, namun keberhasilan pola kepemimpinan ini juga bergantung pada pengakuan dan kepercayaan dari para bawahan.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan kepercayaan (trust) pada rekan kerja merupakan faktor penting dalam membentuk perilaku berbagi pengetahuan. Kepercayaan akan mendorong pada kerelaan masingmasing individu dalam berbagi pengetahuan. Apabila kepercayaan terhada rekan kerja tinggi, maka rekan kerja bukan dipandang sebagai ancaman ketika memiliki kekayaan pengetahuan yang dimiliki. Begitupun sebaliknya, pekerja tidak akan enggan bertanya kepada rekannya untuk menggali pengetahuan penting karena telah percaya dengan kualitas dan kemampuan rekan kerja tersebut.

Link Jurnal      :




Senin, 06 Oktober 2014

MUTIA’S COOKIES

·         Apa yang direncanakan?
Mutia’s Cookies adalah tempat untuk menikmati berbagai kue yang disukai di semua kalangan, ditujukan untuk masyarakat pencinta kue. Bahan bahan pilihan yang menjadi resep andalan dari kue yang ditawarkan. Mutia’s Cookies menawarkan berbagai kue lezat tidak hanya kue kering tetapi juga menyediakan kue basah seperti kue untuk ulangtahun, kue untuk pernikahan dan ada juga kue untuk lebaran. Pelanggan bisa mendisign sendiri kue yang diinginkannya.
Menu cake:
1. Birthday cake
2. Wedding cake
3. Brownis
4. Bolu gulung
5. Kue tart
6. Kue lumpur
7. Tiramisu kukus
8. Cheese stick
9. Cheese cake
10. Kue lapis

·         Mengapa direncanakan?
Berawal hanya dengan coba coba membuat kue, tetapi akhirnya ingin membuka bisnis sendiri karena tertarik dengan bisnis ini.

·         Kapan dilakukan perencanaan?
Mutia’s Cookies akan direncanakan dalam waktu dekat ini di depan perumahan Maharaja sawangan yang bersebelahan dengan Depok Town Center, dan  sekitar jalan nusantara depok yang bersebelahan dengan pasar depok baru. Mutia’s Cookies akan buka hari senin hingga sabtu mulai pukul 10.00 pagi hingga pukul 20.00 malam.

·         Dimana melakukan perencanaan?

Mutia’s cookies akan segera buka di tempat yang ramai agar banyak pengunjung yang datang, seperti di depan perumahan Maharaja sawangan, dan sekitar jalan nusantara depok.Tidak hanya di depok Mutia’s Cookies juga akan buka di wilayah Jakarta dalam waktu dekat.

·         Siapa yang melakukan perencanaan?
Awal dari perencanaan bisnis ini adalah ibu saya disini saya sebagai pemilik toko Mutia’s Cookies, saya juga akan mempromosikan bisnis saya secara luas agar diharapkan banyak yang datang untuk memesan kue di toko saya.

·         Bagaimana melakukan perencanaan?
Mutia’s Cookies menyediakan berbagai macam kue dengan berbagai macam rasa yang diinginkan dan akan memberikan promo untuk membeli kue apapun di hari pertama pembukaan toko. Mutia’s Cookies menetapkan pegawai yang berpenampilan menarik, ramah dan profesional dalam membuat kue.

Sabtu, 27 September 2014

PT. NESTLE INDONESIA

A.      SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN

Nestlé didirikan pada tahun 1866 di Vevey, Swiss. Pendirinya adalah Henry Nestlé, seorang ahli gizi berkebangsaan Jerman. Nestlé merupakan produsen makanan terkemuka di dunia yang memasok lebih dari 10 juta produk makanan ke pasaran setiap tahunnya. “Good Food, Good Life‟ merupakan slogan Nestlé yang menggambarkan komitmen Nestlé sebagai produsen makanan yang peduli akan kesehatan umat manusia dengan menghasilkan makanan yang sehat, bermutu, aman, berkualitas, bergizi, dan menyenangkan untuk dikonsumsi demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Hal yang melatarbelakangi Henry Nestlé adalah banyaknya bayi yang meninggal dunia sebelum usia mereka mencapai satu tahun, hal ini dikarenakan para ibu tidak dapat menyusui sendiri bayinya. Melalui simbol dua anak burung dalam sarang bersama induknya dengan penuh kasih sayang memberi makanan kepada anakanya, citra Nestlé langsung dikenal sebagai perusahaan yang menghasilkan makanan bermutu penuh gizi. Simbol ini kemudian diubah pada tahun 1868 dan langsung diterapkan di berbagai materi iklan dan publikasi. Sampai sekarang, logo ini tetap digunakan dalam nuansa modern sesuai dengan kemajuan zaman.
Pada tanggal 29 Maret 1971, Nestlé S.A yang berpusat di Vevey, Swiss bersama mitra lokalnya mendirikan PT. Food Specialties Indonesia. Pabrik pertama didirikan di Waru, Jawa Timur. Pabrik ini didirikan pada tahun 1972 dan mulai beroperasi pada tahun 1973 yang menghasilkan susu Tjap Nona.
Pada awal 1980 produksi susu segar mengalami peningkatan drastis, kondisi tersebut merupakan salah satu keberhasilan PT Food Specialties Indonesia dalam membina petani sapi perah. Hal ini mendorong PT Food Specialties Indonesia mendirikan pabrik baru. Pabrik ini didirikan di Kejayan pada tahun 1984 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1988 serta diresmikan oleh Presiden RI (pada saat itu) Soeharto, pada Juni 1988.
PT Nestlé Indonesia juga semakin memperluas usahanya dengan melakukan perjanjian kerjasama dengan perusahaan lain. Salah satu kerjasama yang dilakukan berlangsung pada 1 April 2005. PT Nestlé dan PT Indofood Sukses Makmur, TBK melakukan kerjasama dalam bentuk joint venture. Perusahaan ini diberi nama PT Nestlé Indofood Citarasa Indonesia (NICI). Perusahaan ini menghasilkan produk-produk bumbu masakan yang akan dipasarkan di Indonesia. Sejak tanggal 29 Desember 1993, PT Food Specialties Indonesia telah resmi berganti nama menjadi PT Nestlé Indonesia.

B.      LOKASI PERUSAHAAN

PT Nestlé Indonesia berkantor pusat di Wisma Nestlé, Perkantoran Hijau Arkadia, Menara B, Lantai 5 Jl. TB Simatupang Kav 88, Jakarta 12520, Indonesia.

C.      STRUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

PT Nestlé Indonesia merupakan badan usaha Perseroan Terbatas (PT) yang merupakan bentuk perusahaan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal usaha terbagi atas  saham-saham.
Struktur organisasi yang berlaku di PT Nestlé Indonesia meliputi dua bagian, yaitu struktur organisasi di kantor pusat dan struktur organisasi di setiap pabrik. Pemegang jabatan tertinggi di PT Nestlé Indonesia adalah seorang Presiden Direktur yang mengepalai Divisi Teknikal, Divisi Keuangan, Divisi Supply Chain, Divisi Sumber Daya Manusia, Divisi Legal and Corporate Affairs, Divisi Penjualan, Divisi Infant Nutrition, Divisi Dairy Products, Divisi Coffee and PPP (Popularly Position Products), Divisi Confectionery, Divisi Nestlé Profesional, Divisi Liquid Products, Divisi Pelayanan Penjualan, serta Divisi Global. Presiden direktur bersama masing – masing pimpinan divisi disebut sebagai Management Committee (Macom).

ANALISIS SWOT

Strengths :

- Nestle adalah sebagai perusahaan pelopor produsen susu formula di dunia.
- Nestle sebagai produsen susu formula terbesar di dunia.
- Nestle adalah perusahaan yang selalu ingin berupaya mengembangkan diri dan salah satu upayanya dengan strategi pemasaran melalui promosi kampanye besar-besaran.

Weakness :

- Penyusutan pasar merupakan pukulan berat untuk produsen susu formula salah satunya nestle.
- Strategi promosi melalui kampanye yang ditempuh oleh nestle mengabaikan etika promosi, dan ini bertentangan dengan penelitian kesehatan tentang keunggulan asi dibanding susu formula.

Opportunities :

Nestle dapat memanfaatkan nama besar sebagai perusahaan pelopor pembuat susu formula dan merupakan perusahaan terbesar di dunia. Kepercayaan masyarakat terhadap keunggulan atau mutu produknya harus senantiasa dipertahankan sehingga animo masyarakat mengenai produk nestle adalah “sebagai susu unggulan yang kedua untuk bayi setelah asi (sebagai yang terbaik)”.

Threats :

Pada Februari 2007 banyak pihak menggembar-gemborkan aksi boikot terhadap perusahaan makanan nestle. Karena diperkirakan 1,5 juta anak di Negara berkembang meninggal setiap tahunnya disebabkan kekurangan asupan asi. Disinyalir bahwa nestle adalah salah satu produsen yang melakukan pelanggaran persyaratan pemasaran makanan bayi yang dikeluarkan oleh Word Health Assembly.


Sumber : ani-ekonomi-2010.mhs.narotama.ac.id/.../PROFIL-PERUSAHAAN.docx

Senin, 26 Mei 2014

Tugas 3

Konsep Penyesuaian Diri yang Sehat

penyesuaian diri adalah kemampuan individu dalam menghadapi tuntutan tuntutan yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri individu sehingga tercapai kesesuaian antara diri individu dengan lingkungan fisik dan psikis demi memenuhi kebutuhan diri dengan baik. Penyesuaian diri juga merupakan suatu proses dinamis yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara diri individu dengan lingkungannya. Seseorang dikatakan mampu menyesuaikan diri apabila memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan dari dalam dirinya dan tuntutan lingkungannya serta mampu mengatasi hambatan yang dihadapinya. Penyesuaian diri yang positif akan memberikan kepuasan lebih besar bagi kehidupan seseorang dan juga dapat mempelancar fungsi efektivitas psikis yang bermacam-macam seperti belajar, menentukan tujuan hidup, atau juga di dalam penyelesaian masalah.
individu dikatakan mampu menyesuaikan diri secara baik jika individu dapat memenuhi segala kebutuhan dirinya dan tuntutan dari lingkungan sekitarnya, serta mampu mengatasi segala hambatan yang dihadapi. Kriteria penyesuaian diri yang baik anfara lain, adanya penampilan nyata dari individu, penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok, memiliki sikap sosial, dan adanya kepuasan pribadi terhadap kontak sosial yang dilakukan.

Pertumbuhan Personal  : Penekanan Pertumbuhan Diri

Pertumbuhan adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat yang semula asosial maupun sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan. Pertumbuhan individu sangat penting untuk dijaga dari sejak lahir agar bisa tumbuh menjadi individu yang baik dan berguna untuk sesamanya. Menjelaskan beberapa konsep yang berkaitan dengan pertumbuhan personal : 1. Penekanan pertumbuhan, penyesuain diri dan pertumbuhan Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dariproses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal padaanak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikansebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaanjasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secaraberkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatifyang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Sumber      :