Selasa, 14 Januari 2014


Tugas 1
Dampak sosial dari interaksi manusia & internet dilihat dari berbagai tinjauan bidang psikilogis
Kini semakin canggihnya teknologi mempermudah seseorang untuk mengakses internet. Mengakses internet tidak hanya melalui komputer tetapi bisa melalui handphone, tab, ipad maupun yang lainnya. Kemudahan ini memiliki dampak positif dan negatif.
Dampak positif dari kemudahan menggunakan internet adalah masyarakat lebih terbuka dan pintar dalam mencari informasi, semua orang bisa mendapatkan informasi yang diinginkan melalui internet. Tidak hanya dampak positif, internet juga memiliki dampak negatif.
Dampak positif dari interaksi manusia & internet dari berbagai tinjauan psikologis :
a.       Membuat manusia lebih kreatif dalam mencari informasi di internet
b.      Membuat manusia lebih sadar dengan hal-hal di sekitarnya
c.       Menghilangkan kesenjangan informasi di desa dan kota. Masyarakat desa sekarang sudah bisa mengakses internet seperti masyarakat di perkotaan.
Dampak negatif dari interaksi manusia & internet dari berbagai tinjauan psikologis :
a.       Mempengaruhi pola pokir masyarakat menjadi ketergantungan dengan internet
b.      Merusak moral masyarakat dengan adanya situs porno di internet
c.       Menghilangkan kecintaan masyarakat dengan budaya aslinya, internet dengan mudah bisa mengakses dunia luar dan mengubah kebudayaan masyarakat itu sendiri

Tugas 2
Tips dalam melakukan publikasi online
1.  Ketahui Ruang Lingkup Sasaran
Hal yang wajib dilakukan sebelum melancarkan publikasi adalah mengenali sasaran.Jika ruang lingkup sasaran kita hanya sebatas satu kampus, maka kita bisa mempublikasikan di grup online lingkup kampus. Begitupun jika ruang lingkup regional, nasional, atau bahkan internasional. Kita bisa mempublikasikan di grup dengan lingkup yang sesuai.
2. Kenali Perilaku Sasaran
Dengan mengenali perilaku sasaran, maka kita akan bisa menyesuaikan dengan kebiasaan – kebiasaan yang dilakukan oleh sasaran kita. Semisal, kita mengetahui bahwa acara kita diperuntukkan bagi kalangan pemuda yang suka desain dan fotografi. Kalangan tersebut menyukai desain poster yang menarik dan sering berkunjung di grup desain / fotografi. Dengan demikian, cara kita dalam mempublikasikan adalah dengan menggunakan desain yang menarik dan melalui grup desain dan fotografi.
Perilaku sasaran juga bisa berupa bahasa yang sering digunakan. Bahasa mempengaruhi materi publikasi. Gunakan bahasa sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh sasaran.
3. Lakukan pada Saat Primetime
Jejaring sosial memiliki suatu waktu yang paling efektif untuk mempublikasikan sebuah wacana. Di waktu itu terdapat sangat banyak pengguna yang sedang online. Berdasar riset, waktu primetime jejaring sosial adalah sekitar pukul 19.30 – 22.30. Di waktu – waktu itulah, kita bisa menggencarkan publikasi acara kita. Semakin banyak pengguna yang online, semakin banyak pula pengguna yang melihat materi publikasi kita.
Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam publikasi internet adalah :
a.     Pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b.     Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c.     Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d.     Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.

Dasar- dasar etika yang harus diketahui :

·          Jujur dalam mencantumkan sumber dan penulis
·          Kutip seperlunya
·          Bijak dalam meng-copy sebuah situs

Tugas 3

Fenomena plagiat yang terdapat dalam internet

 Plagiat dalam internet adalah suatu tindakan menyalin hasil kerja orang lain dan menggunakannya sebagai hasil kerja sendiri tanpa mencantumkan referensinya/sumbernya. Ada beberapa Sejarah munculnya plagiat dalam inernet antara lain :

·         Menggunakan kata-kata orang lain secara persis tanpa membubuhkan tanda kutip beserta      rujukannya.
·         Menggunakan kata-kata orang lain, tetapi mengubah beberapa di antara kata-kata itu atau menyusunnya kembali walaupun sumbernya disebutkan.
·         Meringkas atau memarafrase kata-kata orang lain tanpa mencantumkan rujukannya.

Ada juga beberapa Elemen Plagiat adalah :

1.      Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
2.      Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
3.      Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
4.      Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
5.      Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal usulnya
6.      Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
7.      Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Isu-isu global yang berkaitan dengan plagiat dalam internet :
Seminggu yang lalu atau tepatnya tanggal 5 Agustus 2010 pukul 23.40, saat melakukan pencarian dimana saja artikel kami digunakan, saya menemukan sesuatu yang menarik. Kami menemukan sebuah website yang memiliki susunan redaksi dan mengusung nama Koran Anak Indonesia, yang menggunakan setidaknya 21 tulisan dari langit selatan baik berita maupun artikel dengan mengakui kalau kesemua tulisan tersebut merupakan copyright dari Koran Anak Indonesia.

“Dengan tindakan seperti itu, maka kami dari langitselatan melihat bahwa tindakan Koran Anak Indonesia sebagai tindak pelanggaran hak cipta dan karya orang lain atau dengan kata lain tindak plagiasi”.

Sumber :


Senin, 11 November 2013

Fenomena Ketertarikan Interpersonal melalui Internet

     Ketertarikan interpersonal melalui internet dapat diartikan bahwa suatu perasaan dimana seorang individu menyukai atau tertarik terhadap internet dan lainnya dengan penilaian yang positif.
Dibawah ini ada beberapa factor yang dapat menyebabkan terjadinya ketertarikan diantaranya :
1. Daya tarik fisik. Ini daya tarik . Inilah salah satu faktor yang sangat sulit di rekayasa, dan mungkin bagi sebagian orang adalah faktor yang paling tidak adil untuk dijadikan kriteria bagi seseorang untuk disukai orang lain. Tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa daya tarik fisik memang berpengaruh.
2. Kedekatan. Kedekatan di sini dalam arti dekat secara fisik/lingkungan.
Merasa Dekat/Familiar*. Salah satu alasan mengapa kedekatan dapat menciptakan rasa suka karena meningkatkan perasaan familiar. Efek perasaan familiar menimbulkan ketertarikan adalah fenomena yang sangat umum,
Kemiripan.
3. Social Reward. Seseorang cenderung mengulangi tingkah lakunya jika mereka mendapatkan penghargaan atau keuntungan.
    
     Dalam berinternet para netter dibuai dengan banyaknya fitur internet seperti mailing, chatting, gaming, serta jejaring sosial. Dalam menggunakan fitur tersebut kita biasanya tidaklah sendiri, melainkan kita bertemu netter lain baik secara langsung maupun tidak dan karena hal tersebut muncullah komunikasi diantara para netter karena desakan kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan aktualisasi diri dan kebutuhan akan eksistensi orang lain. Dari komunikasi itulah timbul ketertarikan antara netter satu dengan lainnya seperti seorang gamer yang menjagokan karakter buatan orang lain yang jauh lebih kuat dari karakter game yang ia buat, atau seorang pengguna jejaring sosial yang tertarik dengan lawan jenis setelah melihat gambar profil orang lain yang dianggapnya menarik, bahkan dengan fitur teleconference yang juga disediakan dalam berinternet menambah peluang terjadinya ketertarikan antara netter satu dengan lainnya.

Hambatan dalam Interpersonal-Relation

1. Identitas Palsu, dalam dunia maya seorang netter dapat menggunakan identitas palsu seperti identitas palsu yang dirancang seseorang pada akun facebooknya, atau bisa juga orang tersebut memalsukan sebagian statusnya seperti seorang yang telah menikan memasang status single pada facebooknya untuk mencari perhatian orang lain atau memudahkannya mencapai sesuatu.

2. Kurang Terjaminnya Komitmen, setiap hubungan dibutuhkan adanya komitmen dimana kedua belah pihak memiliki suatu persetujuan yang bersifat mengikat. Dalam dunia maya seseorang bisa saja berjanji dan kemudian pooof menghilang begitu saja dan melupakan semua kesepakatan seperti pada kegiatan jual beli online sering terjadi penipuan dimana korban telah menyetor uang tetapi barang tidak dikirim atau sebaliknya, dan kemudian penjual atau pembeli yang belum memenuhi janjinya itu menghilang atau tidak online lagi.

3. Kurang Berlakunya Norma dan Etika, sering jika anda berkunjung ke situs (yahoo.com) dimana situs tersebut memberikan informasi tentang suatu hal mengenai suatu agama, ragam, atau suku maka anda akan menemui komentar-komentar yang diketik dengan eksplisit dimana pada komentar tersebut menjelek-jelekkan suatu RAS, baik komentar pro ataupun kontra.

Perilaku Negatif dalam Interpersonal Online-Relation

    Selain adanya hambatan dalam terjalinnya hubungan di dunia maya di dalamnya juga terdapat beberapa perilaku negatif seperti adanya cyber-cheating dan cyber flirting.

     Cyber Cheating, atau perselingkuhan yang terjadi di internet dapat terjadi ketika seseorang yang telah memiliki pasangan memiliki hubungan yang dekat pula dengan orang lain. Misalkan seorang istri memiliki akun jejaring sosial dimana mantannya masih terdaftar dalam daftar temanya dan selama ini dia sering chatting dengan kata-kata mesra dan menggoda dengan mantannya itu, maka hal tersebut dapat dikatakan dengan cyber-cheating.

     Cyber Flirting, atau merayu yang dilakukan dalam dunia maya. cyber flirting adalah suatu hal yang umum yang terjadi di jejaring sosial bahkan game. Namun dalam terjadinya banyak terjadi ketidakamanan yang membuatnya dikategorikan sebagai perilaku negatif, contohnya adalah dalam cyber flirting orang bisa menggunakan bahasa yang tidak pantas, ditambah lagi jika dalam terjadinya terdapat kepalsuan identitas maka semakin menjadi perilaku negatif cyber flirting tersebut.

Sumber :

Senin, 21 Oktober 2013

Fenomena Adiksi sebagai Dampak Interaksi Manusia & Internet ( Internet Addiction )

Di kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dengan yang namanya "internet". Tapi sebenernya internet itu apa sih? Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Biasanya internet digunakan untuk mempermudah kita dalam mencari informasi yang kita butuhkan di kehidupan sehari-hari. Contoh: kita ingin mencari suatu materi pelajaran tentang psikologi, kita bisa mencarinya menggunakan internet dengan bantuan google.
Selain itu, kadang internet digunakan sebagai teman kita untuk melepas kejenuhan yang ditimbulkan oleh padatnya aktifitas yang kita lakukan setiap harinya. Contohnya kita memanfaatkan internet untuk bermain game baik online maupun offline dan kadang hal ini kita lakukan tidak hanya sekali saja tapi berulang kali dan bisa menimbulkan kecanduan.

Kecanduan internet atau yang biasa kita sebut dengan Internet Addiction Disorder (IAD), menurut Stephen Juan, Ph.D. seorang antropolog di University of Sidney antara lain:
1. Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada.
2. Jika tidak menggunakan internet, muncul gejala-gejala penarikan diri seperti kecemasan, gelisah, mudah tersinggung, bergetar, menggigil, gerakan mengetik tanpa sadar, obsesif, hingga berkhayal atau bermimpi mengenai Internet.
3. Jika terhubung dengan internet, gejala-gejala penarikan diri tersebut akan hilang ataupun berkurang.
4. Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan.
5. Cukup banyak porsi kegiatan yang digunakan untuk aktivitas terkait internet, termasuk e-mail, browsing, dan chatting.
6. Mengurangi kegiatan penting, baik dalam pekerjaan, belajar, sosial atau rekreasi, demi menggunakan internet.
7. Hubungan sosial, pekerjaan, atau pendidikan terancam terganggu karena penggunaan internet yang berlebihan.
8. Internet digunakan untuk melarikan diri dari perasaan bersalah, tak berdaya, kecemasan, atau depresi.
9. Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman.
Dampak positif dari internet addiction :
1. Mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan. Dengan bantuan internet, kita dengan cepat dapat mengakses informasi yang kita butuhkan dengan cepat, dimana saja dan kapan saja melalui gadget kita.
2. Mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi. Hal yang sama pun terjadi dalam hal penyimpanan dan penyebaran, kita dengan cepat dapan menshare informasi kepada seluruh dunia.
3. Mempermudah transaksi perusahaan atau perseorangan untuk kepentingan bisnis.
4. Pemanfaatan perkembangan teknologi juga dimanfaatkan oleh pihak yang ingin melakukan usaha, dengan bantuan teknologi, kepentingan bisnis dapat berjalan semakin lancar.
5. Mempermudah penyelesaian tugas-tugas atau pekerjaan.
6. Mempermudah proses komunikasi tidak terhalang waktu dan tempat. Komunikasi sekarang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
7. Banyaknya penggunaan teknologi informasi membuka lowongan kerja IT atau jenis lowongan pekerjaan baru lainnya. Hal ini juga dapat mengurangi pengangguran dan tingkat kriminalitas.

Contoh Kasus Fenomena Internet Addiction
Fenomena kecanduan game online di Indonesia khususnya sudah sangat meluas dan ini terjadi baik mulai dari anak TK hingga orang-orang yang sudah kerja sekalipun. Fenomena ini bisa kita temukan di warnet-warnet dekat rumah kita. Banyak dari pelajar-pelajar tersebut menghabiskan waktu libur sekolah atau waktu senggangnya untuk bermain game online. Biasanya mereka bermain game online sekitar 2-3 jam ataupun bisa lebih.
Kadang kecanduan game online memberikan dampak yang buruk bagi penggunanya. contoh: pengguna game online rela tidak masuk sekolah hanya karena mereka ingin bermain game online, atau mereka rela menghabiskan uang jajan mereka untuk membeli voucher game online. Selain itu kecanduan bermain game online membuat interaksi bersama dengan keluarga menjadi sangat berkurang.
Menurut Margaretha Soleman, M.Si, Psi dampak kecanduan game online dari segi psikisnya, yaitu perilaku menjadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang dilihat dan yang dimainkan di game online. Selain itu membuat kita menjadi cuek, acuh tak acuh, kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungan kita. Kadang seseorang yang sudah terkena kecanduan game online rela melakukan hal apapun demi bisa bermain game online, seperti berbohong, mencuri uang orangtua, dll.
Berhubungan dengan intrapersonal (asal kata intra dan personal) atau yang bisa kita sebut dengan pencitraan diri, ketika seseorang telah mengalami yang namanya kecanduan, maka orang tersebut akan sulit untuk memberi tahu kepada dirinya kalo dirinya sedang mengalami yang namanya kecanduan dan biasanya mereka tidak menyadarinya. Peran serta orangtua dan teman-teman di lingkungan ia tinggal dapat membantu mengurangi kecanduan khususnya disini dalam bermain game online. Selain itu niat dan dorongan dalam diri individu juga sangat penting agar ia bisa cepat berubah dari proses candu tersebut.
Dari hal di atas kita bisa ambil kesimpulan kalau penggunaan internet yang berlebih (dalam hal ini bermain game online) itu bisa menyebabkan kita menjadi kecanduan dan apabila kita sudah candu dalam menggunakan internet, banyak hal negatif yang muncul seperti lupa waktu, tidak peka terhadap lingkungan kita dll.

Sumber :


Kamis, 10 Oktober 2013

Peran Sosial Individu Dalam Internet Yang Berkaitan Dengan Prososial 

Prososial atau perilaku prososial merupakan tindakan bertujuan untuk kepentingan orang lain. Menurut beberapa para ahli, prosial memiliki pengertian sebagai berikut : 
1. Baron & Byrne (2005) mengatakan bahwa perilaku prososial adalah suatu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan mungkin bahkan melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong. 
2. Gerungan (2000) menyatakan bahwa perilaku prososial mencakup perilaku yang menguntungkan orang lain yang mempunyai konsekuensi sosial yang positif sehingga akan menambah kebaikan fisik maupun psikis. 3. Faturochman (2006) mengartikan perilaku prososial sebagai perilaku yang memberi konsekuensi positif pada orang lain. 
4. William (dalam Dayakisni & Hudaniah, 2003) membatasi perilaku prososial sebagai perilaku yang memiliki intensi untuk mengubah keadaan fisik atau psikologis penerima bantuan dari kurang baik menjadi lebih baik, dalam arti secara material maupun psikologis. 
5. Sears, Freedman, dan Peplau dalam Rufaida (2009) menjelaskan perilaku prososial meliputi segala bentuk tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, tanpa memperdulikan motif si penolong. 

Perilaku prososial merupakan semua jenis tindakan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain maupun bagi si penolong. Banyak contoh sikap prososial yang dapat kita lakukan. Seperti menanam pohon, mengkampanyekan gerakan penghijauan, anti kekerasan, atau bahkan ikut menjadi bagian dari perdamaian dunia. Aktivitas seperti ini tidak melulu dikerjakan dengan cara yang rumit atau melebihi kapasitas dan kemampuan kita. Melainkan dengan cara yang sederhana namun dapat di pahami dan memberikan banyak efek positif di sekitar kita. Salah satunya melalui internet. Kampanye gerakan social dapat dilakukan di internet. Atau bahkan untuk menggalang dana bagi korban bencana alam, juga dapat dilakukan disini. Dengan internet kita dapat tergabung meski terdapat jarak tak terhingga. Begitu banyak yang dapat kita lakukan di dunia maya, namun ada pula kegiatan negative yang tidak layak kita lakukan. Dan jika seseorang menyalahgunakan internet tentu ada dampak negative yang bias di dapat.

Dampak negatif dalam penggunaan internet: 
• Antisosial: Bagi orang-orang yang tidak dapat membagi waktunya dengan baik, dan sekaligus menggilai internet tentu akan kehilangan banyak hal. Salah satunya waktu belajar, bermain dan berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Mereka yang terlalu sibuk dengan dunia maya, kurang berinteraksi secara langsung. Mereka lebih suka berkomunikasi via text ala dunia maya, bahkan dengan orang yang tidak ia kenal sekalipun.
• Pornografi: Bukan rahasia lagi jika isu pornografi sudah merajalela di dunia maya. Mudahnya mengupload serta mendownload content dewasa nampaknya menjadi alas an yang kuat. Siapa saja dengan mudah melihat iklan berbau pornografi bahkan dengan satu kali klik content tersebut dapat terlihat dan sangat terbuka seperti tanpa batasan. Sehingga banyak anak di bawah umur menjadi korban, mereka dewasa terlalu cepat dan akhirnya banyak pula ditemukan kasus kejahatan asusila yang pelakunya merupakan anak di bawah umur. Bukannya tak ada hukum di dunia maya, mungkin karena penerapan hukumnya yang kurang tegas dan dunia maya yang sangat luas tak berbatas membuat kita sulit untuk memerangi hal negative ini. Tetapi masih banyak cara lain untuk mencegah diri kita dari dampak buruk content pornografi. Diperlukan adanya kedekatan dengan keluarga dan keyakinan agama yang kuat untuk membentengi diri. 
• Gambling: atau aktivitas perjudian. Adanya jaringan yang tersedia di internet para penjudi ini tidak usah jauh-jauh untuk pergi ke tempat perjudian. Selain itu mereka yang terlibat juga tidak harus takut bersembunyi dari pihak penegak hukum.
• Deindividuasi : Merupakan tindakan tidak bertanggung jawab. Misalnya melakukan penipuan karena di dunia maya, sesorang dapat dengan bebas membuat data diri palsu. Seperti nama atau bahkan foto palsu. Deindividuasi dilakukan dengan berbagai motif, salah satunya untuk mencemarkan nama baik orang lain, atau tindakan kriminal penipuan jual beli. 

Sumber : http://cicasjourney.wordpress.com/2013/09/

Selasa, 01 Oktober 2013

Nama Kelompok :
1. Balqis Nadiyah R
2. Cica A P
3. Diandra Firdausy
4. Mutia Khairina
5. Putri Anggrainy

Pengaruh gender, usia, budaya dalam interaksi manusia dan internet
Pengaruh gender : menjadi lebih berani untuk berinteraksi dengan lawan jenis karena jika berinteraksi dalam internet tidak adanya kontak langsung, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi intim meskipun baru berkenalan. Selain itu terdapat perbedaan antara wanita dan laki-laki dalam mengekspresikan perasaannya di sosial media. Wanita cenderung lebih terbuka dalam mengungkapkan apa yang sedang di terjadi, sedangkan laki-laki lebih berpikir panjang  dan lebih tertutup untuk mengungkapkan apa yang terjadi .
Pengaruh usia : Dalam hal usia, internet juga di butuhkan sesuai dengan kebutuhan si pengguna. Seperti mahasiswa lebih sering menggunakan internet untuk mencari informasi yang berhubungan dengan tugas. selain itu pengaruh internet juga dirasakan oleh anak-anak. sifat rasa ingin tau anak yang tinggi membuat seorang anak cenderung mudah untuk tertarik pada suatu hal, sehingga mencari tau melalui internet terlebih lagi content dalam dunia maya sudah semakin canggih dan menarik. dalam hal ini  di perlukannya pengawasan orangtua sehingga anak dapat mengetahui mana yang baik dan buruk.
Pengaruh budaya : dengan adanya internet memungkinkan seseorang untuk lebih mudah mengetahui budaya, kebiasaan, maupun fenomena disuatu tempat sekalipun tempat itu tidak dapat dijangkau olehnya. Seperti istilah dari bahasa asing yang menjadi bagian dari gaya hidup seseorang. Contoh lainnya penggunaan sosial media, seperti line, bbm, path, instagram dll. Hal-hal itu yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk kebutuhan sehari hari kita gunakan, karena mengikuti budaya luar dan secara tidak langsung perilaku tersebut mengarahkan pada perilaku konsumtif. Disebut perilaku komsumtif karena jika mengaktifkan sosial media kita harus menanggung biaya  penggunaan internet.